Dasar Pemrograman Mikrokontroler dengan Bahasa C


Dasar Pemrograman Mikrokontroler dengan Bahasa C  

  
Pokok Bahasan:  
1.      Penggunaan Fungsi (Using Functions) 
2.      Penanaman bahasa rakitan di dalam Program 'C'  
 

1.  
Penggunaan Fungsi  
 
Pada dasarnya bahasa pemrograman C untuk mikrokontroler sama dengan bahasa pemrograman C untuk dekstop, akan tetapi ada sedikit perbedaan pada proses pengaksesan register dan memori yang digunakan di dalam pemrograman mikrokontroler. Pada subbab ini akan dibahas sedikit tentang pemrograman C untuk mikrokontroler. 
 

Pengenal  

Pengenal (identifier) merupakan sebuah nama yang didefinisikan oleh peprogram untuk menunjukkan identitas dari sebuah konstanta, variabel, fungsi, label, atau tipe data khusus. Penamaan identifier harus memenuhi syarat sebagai berikut: 
      Nama variabel tidak boleh diawali dengan angka 
      Nama variabel harus diaawali dengan huruf atau garis bawah, selanjutnya dapat diikuti dengan huruf maupun angka, atau garis bawah 
      Nama variabel tidak boleh menggunakan operator aritmatika dan karakter-karakter khusus seperti @,%,*, dan sebagainya 
      Tidak boleh menggunakan spasi, jika variabel terdiri dari dua kata diperbolehkan menggunakan tanda garis bawah 
      Tidak boleh menggunakan kata kunci (key word) dari bahasa pemrograman C, seperti: void, main, int, if, while, dan sebagainya 
      Variabel bersifat case sensitive, yaitu anatara huruf besar dan huruf kecil dibedakan. 
 

Tipe Data  

Dalam pemrograman mikrokontroler ATMega8535 digunakan software untuk compiler CodeVisionAVR, adapun tipe data yang dapat dikenali oleh compiler CodeVisionAVR terlihat pada tabel 1. 
 
Tabel 1. Tipe Data 
Tipe Data 
Ukuran 
Jangkauan Nilai 
Bit 
1 Byte 
0 atau 1 
Char 
1 Byte 
-128 sld 127 
Unsigned Char 
1 Byte 
0 sld 255 
Signed Char 
1 Byte 
-128 sld 127 
Int 
2 Byte 
-32.768 sld 32.767 
Short Int 
2 Byte 
-32.768 sld 32.767 
Unsigned Int 
2 Byte 
0 sld 65.535 
Signed Int 
2 Byte 
-32.768 sld 32.767 
Long Int 
4 Byte 
-2.147.483.648 sld 2.147.483.647 
Unsigned Long Int 
4 Byte 
0 sld 4.294.967.295 
Signed Long Int 
4 Byte 
-2.147.483.648 sld 2.147.483.647 
Float 
4 Byte 
1.2 x 10
Double 
4 Byte 
      

 
 

Variabel  

Variabel meupakan sebuah tempat untuk menyimpan data di dalam memori yang isinya dapat diubah-ubah. Pendeklarasian konstanta : 
 
            Tipe_data nama_variabel = nilai  
  
Contoh : char pinA = 0x20;  
  
Variabel dibagi menjadi dua bagian, yaitu: 
      Variabel Global 
Variabel Global adalah variabel yang dapat dikenali oleh semua fungsi  yang ada di dalam program. Variabel global selalu dideklarasikan di  luar fungsi. Contoh : char DDA;
      Variabel Lokal 
 Variabel Lokal adalah variabel yang hanya dapat dikenali oleh fungsi  tertentu. Untuk pendeklarasian variabel lokal dideklarasikan  hanya di dalam fungsi tertentu, contoh : 
  
             void main(void)  
             {  
             Char PORTB = 0xFF;  
             } 
  

Konstanta  

  Konstanta merupakan sebuah tempat untuk menyimpan data di dalam memori dimana data dari konstanta tidak dapat diubah. Pendeklarasi konstanta :  
              
            Const tipe_data nama_konstanta = nilai 
 
Contoh : Const char PINB = 0xFF;  
 
  

Komentar  

 Komentar adalah tulisan-tulisan yang tidak dianggap sebagai bagian dari program sehingga tidak akan dieksekusi oleh compailer. Komentar digunakan sebagai penjelas, informasi ataupun keterangan dari program yang dibuat untuk mempermudah memahami program. Untuk membuat komentar satu baris digunakan tanda “//” atau atau untuk beberapa baris digunakan tanda “/*” dan diakhiri dengan “*/”. 
 
             Contoh : 
             // Komentar satu baris  
            /* komentar untuk beberapa baris  
            Komentar baris kedua */  
 

Preprosesor  

 Preprosesor digunakan untuk mendeklarasikan atau mendefinisikan prosesor yang akan digunakan di dalam program, di dalam pemrograman mikrokontroler preprosesor digunakan untuk mendeklarasikan jenis dari mikrokontroler yang akan digunakan. Dengan preprosesor ini maka pendeklarasian register-register dan penamaannya dilakukan pada file lain yang disisipkan dalam program utama dengan sintacks sebagai berikut: 
 
  #include <nama_preprosesor>  
 
Contoh :          #include <mega8535.h>  
              
 Dalam CodeVisionAVR telah disediakan preprosesor dari file header yang mendukung untuk pemrograman mikrokontroler, file header tersebut terlihat pada tabel 2 berikut: 
 
Tabel 2 File Header di dalam CodeVisionAVR 

  
 

Pernyataan  

 Pernyataan adalah satu buah atau satu blok intruksi lengkap yang berdiri sendiri. Contoh pernyataan: 
  
             PORTA = 0xF0;  
            Contoh blok pernyataan: 
             {  
            PORTB =0x00;  
             PORTC = 0xFF;  
             } 
 

Operator  

Operator merupakan  simbol khusus yangmerepresentasikan perhitungan sederhana seperti penambahan dan perkalian. Nilai yang digunakan oleh operator disebut operand. Ekspresi merupakan kombinasi dari operand dan operator. Dalam sebuah eksekusi program, suatu ekspresi akan dievaluasi sehingga menghasilkan suatu nilai tunggal. Di dalam bahasa pemrograman C untuk mikrokontroler dikenal beberapa operator, seperti : operator Relational, operator Logika, operator Penunjuk, operator Aritmatika, dan operator Bit. 
 
      Operator Aritmatika 
 Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan aritmatika. Operator aritmatika tersebut dapat dilihat pada tabel 3. 
 
Tabel 3. Operator aritmatika 
Operator 
Keterangan 
+ 
Operator untuk operasi penjumlahan 
- 
Operator untuk operasi pengurangan 
* 
Operator untuk operasi perkalian 
I 
Operator untuk operasi pembagian 
% 
Operator untuk operasi sisa pembagian 
 
 
      Operator Relasional  
 Operator relational disebut juga operator pembanding adalah operator yang digunakan untuk membandingkan 2 buah data. Hasil perbandingan dari 2 buah data berupa pernyataan benar („1) atau salah („0) tidak berupa hasil yang lain. Adapun tabel operator relasional dapat dilihat pada tabel 5.4 
 
Tabel 5.3. Operator Relasional 
Operator   
Contoh   
Keterangan   
== 
x == y 
Bernilai  benar  jika  kedua  data  sama  dan 
!= 
x != y 
 
Bernilai benar jika kedua data tidak sama 
> 
x > y 
 
Bernilai benar jika nilai x lebih besar dari pada y dan bernilai salah jika y lebih besar dari x 
< 
x < y 
Bernilai benar jika x lebih kecil daripada y dan bernilai salah jika x bernilai lebih besar dari y 
>= 
x >= y 
Bernilai  benar  jika  x  lebih  besar  sama 
<= 
x <= y 
 
Bernilai  benar  jika  x  lebih  kecil  sama 
 
 
 
      Operator Logika 
Operator logika digunakan untuk membentuk suatu logika atau dua buah kondisi atau lebih. Yang termasuk operator logika terlihat pada tabel 5.5. 
Tabel 5.5. Operator Logika 
Operator 
Keterangan 
&& 
Operator untuk logika AND 
|
Operator untuk logika OR 
! 
Operator untuk logika NOT 
 
      Operator Bit 
Operator bit adalah operator logika yang bekrja pada level bit. Dalam operator logika data yang dihasilkan adalah data yang berupa bilangan biner.
Yang termasuk operator bit dapat dilihat pada table 5.6. 
 
Tabel 5.6. Operator bit 
Operator 
Keterangan 
& 
Operator untuk operasi AND level bit (biner) 
! 
Operator untuk operasi OR level bit (biner) 
A 
Operator untuk operasi XOR level bit (biner) 
~ 
Operator untuk operasi NOT level bit (biner) 
<< 
Operator untuk operasi geser kiri pada data biner 
>> 
Operator untuk operasi geser kanan pada data biner 
 

Fungsi Pustaka 

Bahasa C memiliki sejumlah fungsi pustaka yang berada pad filefile tertentu dan disediakan untuk menangani  berbagai hal dengan cara pemangilan fungsi-fungsi yang telah dideklarasikan di dalam file tersebut. Biasanya  file-file  pustaka disediakan dalam file yang telah dikompilasi. Pada proses linking kode-kode dari fungsi ini akan dikaitkan dengan kode-kode yang ditulis oleh program. Sintaks untuk menggunakan fungsi pustaka adalah sebagai berikut: 
 
#include <nama_fungsi_pustaka.h> 
 
Di dalam  CodeVisionAVR  telah  disertakan  fungsi  pustaka  yang  mendukung  pemrograman mikrokontroler, diantara fungsi pustaka yang disertakan adalah sebagai berikut: 
     Fungsi tipe karakter (ctype.h)  
     Fungsi standar I/O (stdio.h) 
     Fungsi matematika (math.h) 
     Fungsi string (string.h) 
     Fungsi konversi BCD (bcd.h) 
     Fungsi konversi akses memori (mem.h)  
     Fungsi waktu tunda (delay.h) 
     Fungsi LCD (lcd.h)  
     Fungsi I2C (i2c.h) 
     Fungsi SPI (spi.h) 
     Fungsi RTC/ Real Time Clock  (ds1302.h, ds1307.h) 
     Fungsi Sensor suhu LM75, DS1621, dan lain-lain (lm75.h, ds1621.h) 
  

Pernyataan If 

Pernyataan  if  digunakan  untuk  melakukan  pengambilan  keputusan  terhadap  dua  buah kemungkinan yaitu mengerjakan suatu blok pernyataan atau tidak, jika dan hanya jika persyaratannya terpenuhi. Bentuk pernyataan if adalah sebagai berikut: 
 
             If (kondisi) 
             { 
            // blok pernyataan yang dieksekusi jika kondisi benar 
             } 
 

Pernyataan If ... Else  

 Pernyataan If ... else digunakan untuk meakukan pengambilan keputusan terhadap dua buah kemungkinan, kedua kemungkinan tersebt adalah mengerjakan pernyataan satu atau mengerjakan pernyataan yang lain. Bentuk umum pernyataan If ... Else adalah sebagai berikut: 
 
            If (kondisi  
             {  
            //blok pernyataan 1  
             }  
            else  
             {  
            // blok pernyataan 2  
             }  
 

Pernyataan If Bersarang  

 Pernyataan if bersarang (nested If) adalah pernyataan if maupun if ... else dimana di dalam blok pernyataan yang akan dikerjakan terdapat pernyataan if atau if ... else lagi. 
Bentuk umum pernyataan if bersarang: 
 
                        If (kondisi_1)  
             {  
                        If (kondisi_2)  
             {  
                        //blok pernyataan  
                        }  
             } else  
             {  
                        If (kondisi_3)  
                        {  
                        // pernyataan  
                        }  
             }  
 

Pernyataan Switch  

            Pernyataan  switch  digunakan  untuk  melakukan  pengambilan keputusan terhadap banyak kemungkinan. Bentuk umumdari pernyataan switch adalah sebagai berikut: 
  
             switch (ekspresi)  
             {  
  case nilai_1:pernyataan_1; break;  case nilai_2:pernyataan_2; break;   .....    default : pernyataan_default; break;  
             }  
 

Pernyataan While  

 Pernyataan while digunakan untuk pengulangan sebuah pernyataan atau blok pernyataan secara terus menerus selama kondisi tertentu masih terpenuhi.
Bentuk umum pernyataan while adalah sebagai berikut: 
  
             while (kondisi)  
             {  
            //pernyataan atau blok pernyataan  
             }  
  

Pernyataan Do ... While  

 Pernyataan Do ... While digunakan sama seperti pengunaan pernyataan dari while. Bentuk umum dari pernyataan Do ... While adalah sebagai berikut:   do
{  
                        //pernyataan atau blok pernyataan  
                        } while (kondisi)  
 
 Yang membedakan peryataan while dengan do ... while adalah bahwa pada pernyataan while pengetesan kondisi dilakukan terlebih dahulu, jika kondisi terpenuhi maka akan dilaksanakan tetapi apabila tidak terpenuhi maka tidak akan pernah ada pelaksanaan dari pernyataan. Sedangkan pernyataan do ... while, blok pernyataan dikerjakan terlebih dahulu setelah itu baru dilakukan pengetesan kondisi jadi pernyataan yang ada minimal akan dikerjakan sekali walaupun kondisinya salah. 
  

Pernyataan For  

 Pernyataan for digunakan juga untuk melakukan pngulangan sebuah pernyataan atau blok pernyataan, tetapi beberapa kali jumlah pengulangannya dapat ditentukan secara lebih spesifik. Bentuk pernyataan for adalh sebagai berikut: 
  
            for (nilai_awal ; kondisi ; perubahan)  
             {  
            // pernyataan atau blok pernyataan  
             }  
  
 nilai_awal adalah nilai inisial awal sebuah variabel yang didefinisikan terlebih dahulu untuk menetukan nilai variabel pertama kali sebelum pengulangan. Kondisi merupakan pernyataan pengetesan untuk mengontrol pengulangan, jika pernyataan kondisi terpenuhi maka pernyataan akan diulang terus sampai pernyataan kondisi tidak terpenuhi. Perubahan adalah pernyataan yang digunakan untuk melakukan perubahan nilai variabel baik naik maupun turun setiap kali perulangan dilakukan. 
  

Fungsi  

 Fungsi adalah kumpulan pernyataan-pernyataan yang dikemas dalam satu wadah kemudian diberi nama dan selanjutnya dapat dipangil beberapa kali dalam sebuah program. Fungsi dapat digunakan untuk memecah logika program menjadi lebih kecil sehingga akan lebih memudahkan untuk mengelola dan memahami alur logika program pada saat menulis ataupun mengoreksi program. Fungsi dapat dibedakan berdasarkan hasil fungsi tersebut menjadi dua, yaitu: 
  • Fungsi nilai balik 

 Fungsi ini akan menghasilkan data keluaran baru setelah fungsi ini dipanggil/ dieksekusi oleh program. Bentuk umum dari fungsi ini adalah sebagai berikut: 
  
             tipe_data nama_fungsi (tipe_data_1 parameter_1, ...)  
             {  
             Pernyaaan_1; 
Pernyataan_2; 
......  
             }  
  
Contoh :  
  
int jarak (int data_1, int data_2)  
{  
hasil = data_1 / data_2; return hasil;  
}   
 Fungsi tanpa nilai balik 
Fungsi dapat di sebut dengan fungsi tanpa nilai balik jika fungsi tersebut apabila dipangil tidak menghasilkan nilai. Bentuk umum dari fungsi ini adalah sebagai berikut: 
 
             tipe_data nama_fungsi (tipe_data_1 parameter_1, ....)  
             {  
             Pernyaaan_1; 
Pernyataan_2; 
......  
             }  
  
Contoh :   void port (char A, char B, char C, char D)  
             {  
            DDRA = A; DDRB = B; DDRC = C; DDRD = D;  
             }  
  

Bentuk Dasar Bahasa C  

 Sebuah program dalam bahasa C harus memiliki sebuah fungsi utama. Fungsi utama atau sering disebut dengan fungsi main memiliki kerangka program sebagai berikut: 
  
             void main(void)  
             {  
            // pernyataan-pernyataan  
             }  
 
 Fungsi utama merupakan fungsi yang paling pertama kali yang akan dieksekusi oleh program, walaupun di dalam program tersebut terdapat beberapa fungsi. Kedudukan fungsi fungsi yang lain lebih rendah dari fungsi utama, sehingga fungsi selain fungsi utama dapat dipanggil/ digunakan di dalam fungsi utama. 

Komentar

Postingan Populer